Pages

Kamis, 10 Januari 2013

PENGERTIAN PRODUKSI DAN MANUFAKTUR

PENGERTIAN PRODUKSI DAN MANUFAKTUR



PENGERTIAN PRODUKSI 

      A .    Para ahli ekonomi mendefinisikan produksi sebagai “menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan” Atau bila kita artikan secara konvensional, produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna,disebut “dihasilkan”. Produksi bisa ditilik dari dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan hukum-hukum ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang membahas dorongan-dorongan dan tujuan produksi.  Pembahasan mengenai nilai, norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek normative yang banyak dikaji oleh para ahli teori social.

    B.    Pengertian Produksi dapat dilihat dari dua arti yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. pengertian Produksi dalam arti sempit yaitu “merubah bentuk barang-barang baru” sedangkan makna atau pengertian produksi dalam arti luas yaitu “setiap usaha yang menimbulkan kegunaan (utility)”. Dapat pula dikatakan bahwa Produksi adalah “Segala kegiatan yang mempertinggi faedah barang-barang baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia”. Produksi secara langsung yaitu produksi yang menggunakan factor-faktor produksi alam dan tenaga kerja sedangkan produksi tidak langsung sudah mempergunakan factor produksi turunan yaitu modal dan keahlian.




PENGERTIAN MANUFAKTUR 

Manufaktur adalah proses keindustrian untuk membuat suatu barang dari suatu bahan baku melalui proses teknologi. Arti manufaktur sendiri asalnya adalah membuat barang dengan tangan (manual). Jadi manufaktur itu bukanlah sekedar “ilmu“, tapi sekaligus menyangkut “laku“ (practice). Dalam manufaktur berlaku “ilmu tanpa laku: kosong“ (science without practice: no fruit) tetapi “laku tanpa ilmu: kerdil” (practice without science: no root). Laku dalam manufaktur cepat kadaluwarsa dan cepat berubah karena berkembangnya ilmu pengetahuan, yang berarti juga berkembangnya teknologi. Sekalipun pada prinsipnya tetap meliputi proses-proses material “-forming, -shaping and -cutting”, namun produk-produk manufaktur akan selalu berubah sifat/spesifikasi yang harus dipenuhinya, sesuai dengan perkembangan kebutuhan pemakaian. Pemakaian untuk apapun adalah manusia yang menginginkannya, dan manusia selalu makin meningkat tuntutannya.
Manufaktur tidak dapat hanya dengan berandai-andai. Hanya praktek kuncinya, yang sekaligus didasari kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. Praktek berarti teknologi, dan itulah yang harus kita cari, kuasai dan kembangkan. Kegiatan itu harus kita lakukan terus menerus tanpa jemu, sehingga terjadi akumulasi ketrampilan – pengalaman – dan pengetahuan untuk menghadapi perubahan tuntutan.
Faktor-Faktor yang mendukung proses manufaktur

1.      Fungsi dan Estetika

Dalam jagad manufaktur fungsi produk manufaktur selalu diukur/dinyatakan dalam besaran-besaran alam, baik itu berbasis ilmu-ilmu Fisika, Kimia maupun Biologi dengan alat bantu hitung menghitung Matematika. Perhatikan besaran-besaran seperti : kekuatan, kemampuan perubahan bentuk, kepegasan, daya tahan, kestabilan dimensional, ketahanan aus baik terhadap gesekan maupun korosi, kelunakan, mudah dibentuk, mudah diwarnai, berat jenis dll. Semua itu kita hadapi secara intrinsik dalam kehidupan manufaktur. Mengapa demikian? Karena tidak akan ada manufaktur kalau tidak ada material, yang sifat-sifatnya antara lain seperti dinyatakan diatas. Proses manufaktur sendiri adalah proses “pertambahan nilai“ terhadap material-material yang memenuhi persyaratan-persyaratan diatas. Oleh karena itu proses manufaktur sejatinya adalah “proses ekonomi“, sehingga harus tetap mengacu pada kaidah-kaidah ekonomi. Ternyata bukan hanya itu yang dihadapi jagad manufaktur, tetapi juga “estetika“, keindahan yang secara alamiah menjadi kesukaan manusia. Ini bisa direpresentasikan dalam rupa/warna, penampilan, bentuk, bahkan friendliness. Betapa jagad manufaktur harus menanggapi selera keindahan ini yang sering harus menyimpang dari kaidah ekonomi dan teknik-teknik manufaktur.
Bentuk-bentuk “simetri“ adalah yang secara teknis lebih mudah dan lebih ekonomis. Namun demi keindahan, maka banyak produk-produk yang a-simetri. Garis lurus dan bidang datar dari segi manufaktur adalah yang termudah, namun demi keindahan maka banyak garis lengkung dan bidang-bidang yang melekuk, itupun sering harus a-simetris dan non-linear. Memang ada juga bentuk-bentuk karena tuntutan ruang (space), tetapi tetap mempertahankan spesifikasi fungsi, yang masih bisa dikategorikan sebagai “technical reasons“.

2.      Material dan Proses.

Kalau kita mengunjungi Machine Expo, baik itu yang di Chicago, Hanover maupun Tokyo, hakekatnya yang kita perhatikan adalah proses-proses manufaktur yang mampu dilakukan oleh mesin-mesin yang dipamerkan, yang kalau kita perhatikan dari tahun ke tahun makin canggih unjuk kerjanya.
Tidak hanya proses permesinan/manufaktur yang dipamerkan, tetapi juga peralatan-peralatan untuk melakukan pengukuran-pengukuran dan kontrol terhadap besaran-besaran yang antara lain disebutkan diatas.
Beruntung computational modelling berkembang pesat dalam proses kerekayasaan yang dipadukan dengan kemajuan intelligent and smart machineries. Bayangkan bila teknologi-teknologi semacam itu tidak ada, bagaimana kita memenuhi tuntutan-tuntutan fungsiestetika – dan ekonomi diatas ! Manufaktur ditakdirkan menghadapi dan harus tanggap & siap terhadap : emerging -, new -, matured -, and phased out- technologies, dimana siklus tersebut semakin cepat saja terjadinya. Yang tetap tegak adalah “the fundamental principlesof manufacturing, karena dari situlah teknik dan teknologi baru akan lahir. Teknologinya bisa berubah, tapi besaran yang ingin dicapai tidak banyak berubah, yang berubah adalah ukuran satuannya, seperti makin ringan, makin kuat, makin kecil, makin kompak, makin terjangkau dan banyak makin-makin yang lain.
Material-material baru akan lahir seiring dengan merebaknya kesegala penjuru binatang “makin“ tadi, padahal kita juga dituntut memenuhi “langit yang semakin biru dan bumi yang semakin hijau“ alias “blue & green manufacturing“ menuju “equilibrium sustainable echo system“ sehingga bumi tidak semakin panas dan terpolusi.
Sekalipun demikian pasar semakin menuntut “speed and flexibility“, ini dimensi lain yang perlu diperhatikan dalam jagad manufaktur selain tuntutan-tuntutan diatas. Tetapi jangan lupa kita juga menghadapi tuntutan lain, pertambahan penduduk. Dari satu segi pertumbuhan penduduk berarti pertambahan pasar bagi kegiatan manufaktur.
Tetapi dari segi ruang/space mungkin tempat manufaktur akan terdesak semakin jauh karena tumbuhnya tempat-tempat hunian baru. Contoh kasus pulau Jawa, yang sa’at Perang Dipenogoro (1825 – 1830) penduduknya hanya 10 juta jiwa. Perhitungan statistik dengan asumsi-asumsi pertumbuhan tertentu, penulis mendapatkan angka penduduk pulau Jawa pada tahun 2020 = 150 juta, dan yang 94,5 juta tinggal di daerah urban ! Bayangkan dalam 200 tahun, perubahannya begitu besar, bertambah mengikuti deret ukur. Jawa (Java/Javi – Sanskerta = padi) sebagai pulau padi akan semakin kehilangan makna padi-nya. Lalu dimana nanti blue & green manufacturing akan ditempatkan sehingga dapat tumbuh subur tanpa stress, karena cepatnya pertumbuhan tempat-tempat hunian.
Secara etimologis atau kebahasaan, manufaktur adalah terdiri dari dua kata yakni manus dan factus. Dua kata ini merupakan bahasa latin yang memiliki makna “dibuat oleh tangan”. Karena itu manufaktur secara terminologis bisa berarti sebuah proses produksi membuat barang jadi yang berasal dari bahan baku.  Secara historis, pada tahun 1567 istilah manufacture digunakan untuk pertama kalinya yang kemudian dikenal juga terminologi manufacturing pada tahun-tahun berikutnya, terutama pada tahun 1683.
Karena manufaktur adalah teknik atau proses fisik dalam membuat produk berbentuk barang, maka proses manufaktur adalah dimulai dari perancangan, pemilihan bahan mentah dan termasuk tahapan-tahapan lain yang dibutuhkan dalam pembuat produk yang diinginkan.
Dalam dunia industri modern seperti saat ini, proses produksi sudah melibatkan beraneka ragam proses termasuk operasi mesin, pabrik dan rekayasa teknologi yang semuanya terorganisir dengan baik sesuai dengan perencanaan serta aktivitas yang dibutuhkan dalam membuat produk dari bahan baku yang dipilih.

Contoh produk manufaktur

Hampir semua barang yang digunakan dalam keseharian kehidupan manusia merupakan produk manufaktur. Hanya minuman dan makanan, jasa, farmasi serta produk kimia yang bukan termasuk produk manufaktur.



BONGKAR MUAT KAPAL RO-RO



LAPORAN
BONGKAR MUAT KAPAL RO-RO





Kapal adalah sebuah kendaraan pengangkut penumpang dan barang yang bergerak di air. Sebuah kapal biasanya dapat memuat perahu kecil, yaitu kendaraan air yang ukurannya lebih kecil.
Selama bertahun tahun bahkan berabad abad kapal telah membawa manusia mengarungi sungai atau lautan lepas untuk mencari sesuatu yang baru.
Sebelum tercipta kapal, manusia menggunakan rakit atau kano, yaitu beberapa bamboo atau kayu yang dijadikan satu kemudian diikat satu sama lain, sedangkan kano adalah terbuat dari batang kayu besar dan hanya memuat satu orang saja dan tidak bisa di gunakan untuk perjalanan jauh.
Penggeraknya masih menggunakan dayung, yaitu kayu panjang yang dimasukkan ke dalam laut. Kemudian beralih kepada angin dengan bantuan layar, yaitu kain besar yang diberdirikan di atas sebuah kapal.
Setelah muncul revolusi industri, mesin uap muncul dan digunakan sebagai penggerak kapal. Setelah berabad abad menggunakan laut sebagai sarana transportasi, di awal abad 20 manusia menemukan bahwa selain laut dan darat juga masih ada sarana yang lain, yaitu udara. Terciptalah pesawat terbang yang dapat membawa manusia pergi ke suatu tempat dengan melalui udara.
Bagian-bagian utama kapal :
  1. Smokestack atau cerobong
  2. Buritan
  3. Propeller dan kemudi
  4. Portside (sebelah kanan dikenal sebagai starboard)
  5. Jangkar
  6. Bulbous bow
  7. Haluan
  8. Geladak
  9. Anjungan

Sejarah adanya kapal seiring dengan sejarah petualangan manusia. Pada masa neolitikum sudah ada perahu yang pertama kali dikenalkan yaitu sekitar 10 ribu tahun yang lalu. Fungsi dari kapal itu sendiri hanya terbatas bergerak di atas air saja, seperti berburu dan memancing ikan.
Kemudian manusia menemukan bintang sebagai alat bantu untuk menentukan arah, kemudian kompas pun ditemukan untuk menentukan arah mata angin yang membuat manusia dapat bepergian ke tempat yang lebih jauh.
Berdasarkan alat penggeraknya, kapal terdiri dari :
  1. Kapal Layar
    Menggunakan layar sebagai alat geraknya. Kapal jenis ini sangat tergantung kepada angin. Kapal seperti ini hanya digunakan untuk membawa
    barang dalam jarak dekat.
  2. Kapal Jet Propulsion
    Kapal ini menggunakan alat penggerak berupa jet propulsion, yaitu dengan cara
    menghisap air melalui saluran di depan kemudian di dorong ke belakang dengan pompa sehingga menimbulkan jet air ke belakang.
  3. Kapal Baling-Baling
    Sesuai dengan namanya kapal ini menggunakan baling-baling sebagai alat untuk menggerakkannya. Baling-baling dipasang di belakang kapal sehingga dapat menimbulkan daya dorong yang cukup kuat untuk mendorong kapal. Kapal baling-baling ini masih digunakan sampai sekarang terutama oleh nelayan yang
    mencari ikan di laut.
  4. Kapal Paddle Wheel
    Menggunakan gaya tahanan air yang menyebabkan gaya dorong kapal (seperti dayung). Paddle wheel dipasang pada sisi kiri dan sisi kanan, sedangkan gerak putarnya dibantu oleh mesin. Kapal ini masih digunakan sampai sekarang di daerah yang mempunyai perairan yang tenang seperti danau, sungai sebagai kapal pariwisata.

Semakin berkembangnya teknologi maka variasi alat untuk menggerakkan kapal juga semakin beragam. Terkadang satu kapal menggunakan lebih dari satu penggerak.
Berdasarkan fungsinya, kapal dibedakan menjadi :
  1. Kapal Pesiar
    Kapal ini berfungsi untuk mengangkut penumpang sebagai pelayaran pesiar. Penumpang yang naik kapal pesiar ini hanya untuk menikmati suasana di lautan lepas. Kapal ini dilengkapi fasilitas seperti
    hotel berbintang, route pelayarannya juga akan kembali ke pelabuhan asal keberangkatan.
  2. Kapal penumpang
    Kapal ini juga mengangkut penumpang hanya dengan tujuan yang berbeda. Jika kapal penumpang bertujuan mengantarkan penumpang ke suatu tempat atau dari satu
    pulau ke pulau yang lain
  3. Kapal Ro-Ro
    Kapal ini memuat
    kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal. Kapal ini dilengkapi dengan pintu rampa yang menghubungkan ke dermaga apung ke dermaga.

KAPAL RO-RO
           Kapal Ro-Ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk kedalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga sehingga disebut sebagai kapal roll on - roll off disingkat Ro-Ro, untuk itu kapal dilengkapi dengan pintu rampa yang dihubungkan dengan moveble bridge atau dermaga apung ke dermaga.
         Kapal Roro selain digunakan untuk angkutan truk juga digunakan untuk mengangkut mobil penumpang, sepeda motor serta penumpang jalan kaki. Angkutan ini merupakan pilihan populer antara Jawa dengan Sumatera di Merak - Bakauheni, antara Jawa dengan Madura dan antara Jawa dengan Bali.



PINTU RAMPA
              Pintu rampa adalah pintu untuk memasukkan kendaraan ke dalam kapal Ro-Ro, yang sedang membongkar dan memuat kendaraan dari dermaga penyeberangan ke kapal dan sebaliknya. Pintu rampa dihubungkan dengan moveable bridge atau pelengsengan yang ada di dermaga











MOVEABLE BRIDGE (JEMBATAN BERGERAK)
   Sebuah jembatan bergerak adalah jembatan yang bergerak untuk memungkinkan bagian untuk (biasanya) perahu atau kapal tongkang. Sebuah keuntungan membuat jembatan bergerak termasuk harga yang lebih rendah, karena tidak adanya dermaga yang tinggi dan pendekatan lama
     Alat untuk menggerakkan moveable bridge atau jembatan bergerak yaitu dengan hydraulic. Moveable bridge ini digunakan untuk pengantar atau sambungan dengan pintu rampa sebagai jembatan penyebrangan kendaraan keluar masuk kapal.
 






CARA BONGKAR MUAT KAPAL RO-RO





Tahap I
Kapal harus menepatkan posisinya untuk mengambil posisi yang benar agar kapal dapat menghubungkan pintu rampa dengan jembatan bergerak dengan tepat .




Tahap II
Setelah kapal sudah mendekati daratan kapal harus meghubungkan pintu rampa dengan moveable bridge sebagai jembatan keluar masuknya kendaraan.






Tahap III
Setelah kapal sudah menghubungkan antara pintu rampa dengan moveable bridge, muatan atau kendaraan bisa diturunkan.




Tahap IV
Setelah semua kendaraan keluar, giliran jadwal selanjutnya kendaraan masuk ke kapal guna  penyebrangan selanjutnya lagi.






Tahap V
Setelah kendaraan masuk semua, pintu rampa harus ditutup kembali agar air tidak masuk kedalam kapal.


Tahap VI
Setelah pintu rampa tertutup dengan rapat, kapal siap berangkat untuk penyebrangan jadwal selanjutnya.